Pembelajaran Bahasa Inggris yang efektif tidak hanya terjadi di dalam kelas formal, tetapi juga melalui pengalaman belajar yang berkelanjutan. Inilah semangat yang melatarbelakangi kolaborasi antara Living English dan Darsyafii Islamic School, sebuah kerja sama yang bertujuan memperkuat kemampuan Bahasa Inggris siswa melalui pendekatan yang terstruktur dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Sebagai sekolah yang memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan karakter, akademik, dan nilai-nilai pendidikan, Darsyafii Islamic School melihat pentingnya menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada kemampuan komunikasi nyata.
Melalui program ini, Living English hadir sebagai mitra pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar Bahasa Inggris setelah jam sekolah. Program ini dirancang agar siswa dapat memperdalam kemampuan bahasa dalam suasana yang lebih interaktif dan aplikatif.
Untuk siswa Early Years, kelas Living English dimulai setelah kegiatan sekolah pada pukul 12.00, memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar Bahasa Inggris melalui aktivitas yang menyenangkan, komunikatif, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Sementara itu, untuk siswa Primary Years, program dimulai setelah pukul 14.00, dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan menantang. Pada tahap ini, siswa mulai diajak untuk mengembangkan kemampuan berpikir, berkomunikasi, serta mengekspresikan ide dalam Bahasa Inggris dengan lebih percaya diri.
Kurikulum yang diterapkan dalam program ini menggabungkan dua fokus utama: general competencies dan technical competencies.
General competencies membantu siswa mengembangkan kemampuan dasar yang penting dalam pembelajaran bahasa, seperti kepercayaan diri berbicara, kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, serta bekerja sama dalam aktivitas pembelajaran.
Sementara itu, technical competencies berfokus pada penguatan keterampilan bahasa yang lebih spesifik, seperti listening, speaking, reading, dan writing. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami struktur Bahasa Inggris, tetapi juga mampu menggunakannya dalam konteks nyata.
Pendekatan pembelajaran yang diterapkan Living English juga mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi melalui diskusi, storytelling, dan aktivitas berbasis proyek. Hal ini membantu siswa melihat Bahasa Inggris bukan sekadar pelajaran, tetapi sebagai alat untuk menyampaikan ide dan berinteraksi dengan dunia yang lebih luas.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pendidikan yang bermakna lahir dari kemitraan yang kuat antara sekolah dan program pembelajaran yang memiliki visi yang sama. Dengan menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, Living English dan Darsyafii Islamic School berharap dapat membantu siswa tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, komunikatif, dan siap menghadapi dunia global.
Melalui kemitraan ini, Living English terus berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang membangun kompetensi nyata bagi siswa, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan mereka.
-M. Fandi